Home » Endang Suryana » Pertemuan-8

Pertemuan-8

Pembelajaran minggu ini, akan membahas yang berhubungan dengan Kode Etik di Bidang Teknologi Informasi

EP26

Sejarah Etika Komputer

Era 1940 – 1950-an

Munculnya  etika  komputer  sebagai  sebuah  bidang  studi  dimulai  dari  pekerjaan  profesor Norbet Wiener.

Tantangan universal dari proyek tersebut menyebabkan Wiener dan beberapa rekan kerjanya harus memperhatikan sisi lain dari sebuah perkembangan teknologi, yaitu etika.

Era 1960-an

Pada pertengahan tahun 1960, Donn Parker dari  SRI International Menlo Park California  melakukan  berbagai  riset  untuk  menguji  penggunaan  komputer  yang  tidak  sah  dan  tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang komputer.

Dalam  perkembangannya,  ia  menerbitkan  “Rules  of  Ethics  in  Information  Processing” atau peraturan tentang dalam pengolahan informasi.

Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi profesional di bidang komputer, yang  ditandai  dengan  usahanya  pada  tahun  1968  ketika  ditunjuk  untuk  memimpin perkembangan  Kode  Etik  Profesional  yang  pertama  dilakukan  untuk  Association Computing Machinery (ACM).

Era 1970-an Era ini dimulai sepanjang tahun  1960, Josephn  Weizenbaum,  ilmuwan komputer MIT di Boston, suatu program komputer yang disebut ELIZA. Weizenbaum  dikejutkan  oleh  reaksi  dari  penemuan  sederhananya  itu,  dimana  beberapa dokter jiwa melihatnya sebagai bukti bahwa komputer akan segera melakukan otomatisasi psikoterapi.

Perkembangan  etika  komputer  di  era  1970-an  juga  diwarnai  dengan  karya  Walter  Maner yang  sudah  dimulai  menggunakan  istilah  “computer  ethics”  untuk  mengacu  pada  bidang pemeriksaan  yang  berhadapan  dengan  permasalahan  etis  yang  diciptakan  oleh  pemakaian teknologi komputer waktu itu.

Era 1980-an . Tahun 1980-an sejumlah konseksuensi sosial dan teknologi informasi  yang etis menjadi isu di Amerika dan Eropa.

Pertengahan 80-an, James Moor dari Dartmouth College menerbitkan artikel menarik yang  berjudul  “What  Is  Computer  Ethics?”  sebagai  isu  khusus  pada  Jurnal  Metaphilosophy

Era 1990-an sampai sekarang

Sepanjang tahun 1990, berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konferensi, jurnal, buku  teks,  dan  artikel  menunjukkan  suatu  keanekaragaman  yang  luas  tentang  topik  dibidang etika komputer.

Isu-isu pokok etika komputer

  1. Perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, selain membawa dampak positif bagi umat manusia, disisi lain juga mengundang tangan-tangan kriminal untuk beraksi, baik untuk mencari materi maupun sekedar iseng
  2. Kejahatan  komputer  dapat  diartikan  sebagai  “kejahatan  yang  ditimbulkan  karena penggunaan komputer secara illegal”  (menurut Andi Hamzah).
  3. Salah  satu  perkembangan  pesat  di  bidang  komputer  adalah  internet,  singkatan  dari Interconnection  Networking  merupakan  suatu  jaringan  yang  menghubungkan    di  seluruh  dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit komputer menjadi satu jaringan yang bisa mengakse
  4. Perkembangan  internet  memunculkan  peluang  baru  untuk  membangun  dan  memperbaiki pendidikan, bisnis, layanan pemerintah, dan demokrasi
  5. Netiket yang paling sering digunakan mengacu kepada standar netiket yang ditetapkan IETF  (The Internet Engineering Task Force).   

E-Commerce

Perkembangan pemakaian internet yang sangat pesat juga menghasilkan sebuah model perdagangan elektronik yang disebut electronic commerce (E-Commerce).  E-commerce adalah sistem perdagangan yang menggunakan mekanisme elektronik yang  ada di jaringan internet  E-commerce dapat menimbulkan beberapa isu yang menyangkut aspek hukum perdagangan  dalam penggunaan sistem yang terbentuk secara online networking management tersebut.  Acuan  yang  berisi  model  hukum  dalam  transaksi  e-commerce  tersebut  diterbitkan  oleh UNCITRAL sebagai salah satu komisi internasional yang di bawah naungan PBB

Organisasi profesi di AS,  seperti  Association  for  Computing  Machinery  (ACM)  dan Institute  of  Electrial  and  Electronic  Engineering  (IEEE),  sudah  menetapkan  kode  etik, syarat-syarat  pelaku  profesi  dan  garis-garis  besar  pekerjaan  untuk  membantu  para profesional  komputer  dalam  memahami  dan  mengatur  tanggung  jawab  etis  yang dipenuhinya  Di  Indonesia,  organisasi  profesi  di  bidang  komputer  didirikan  sejak  tahun  1974  yang  bernama IPKIN (Ikatan Profesi  Komputer dan Informatika),  juga sudah  menetapkan kode  etik yang sudah disesuaikan dengan kondisi perkembangan pemakaian teknologi komputer  di Indonesia.

Dalam lingkup T I, kode etik profesi harus  berpedoman pada prinsip atau norma yang berhubungan antara :

  • Profesional dengan Klien
  • Profesional dengan Organisasi Profesi
  • Organisasi Profesi dengan Pemerintah

EP27

  • Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap kompetensi yang dimilikinya.
  • Memiliki kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dengan menerapkan normanorma keilmuan
  • Mampu menghasilkan karya yang tidak bertentangan dengan normanorma kehidupandan agama
Kode Etik Profesi Bidang Teknologi Informatika

a. Kode Etik Seorang Profesional Teknologi Informasi (TI)
Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi. Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll).

b. Kode Etik Pengguna Internet
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet adalah:
1. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
2. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA), termasuk didalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/ institusi lain.
3. Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.
4. Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.
5. Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.
6. Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar / foto, animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
7. Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumberdaya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
8. Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku dimasyarakat internet umumnya dan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap segala muatan/ isi situsnya.
9. Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat melakukan teguran secara langsung.

c. Etika Programmer
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para programmer adalah:
1. Seorang programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
2. Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
3. Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
4. Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode dengan hak cipta kecuali telah membeli atau meminta ijin.
5. Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa ijin.
6. Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
7. Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek secara bersamaan kecuali mendapat ijin.
8. Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode programmer lain untuk mengambil keuntungan dalam menaikkan status.
9. Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
10. Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja
11. Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
12. Tidak boleh mempermalukan profesinya.
13. Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam aplikasi.
14. Tidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang nantinya programmer akan mendapatkan keuntungan dalam membetulkan bug.
15. Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer.

Tanggung Jawab Profesi TI
Sebagai tanggung jawab moral, perlu diciptakan ruang bagi komunitas yang akan saling menghormati di dalamnya, Misalnya IPKIN (Ikatan Profesi Komputer & Informatika) semenjak tahun 1974.

Kendala dalam penerapan etika profesi TI.

  1. Masih kurang mendapat dukungan dari masyarakat maupun pemerintah
  2. Kebutuhan masyarakat akan teknologi informasi relatif masih rendah
  3. Masih kurangnya tingkat kesadaran masyarakat untuk menghargai Hak Cipta orang lain (dalam berbagai bidang)

Bentuk-bentuk Cyber Crime

  • Unauthorized Access.  Terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu system jaringan computer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik system jaringan computer yang dimasukinya. Probing dan Port Scanning merupakan contoh dari kejahatan ini. Aktivitas “Port scanning” atau “probing” dilakukan untuk melihat servis-servis apa saja yang tersedia di server target.
  •  Illegal Contents . Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
  • Penyebaran virus secara sengaja.  Penyebaran virus umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang system emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya. Contoh kasus : Virus Mellisa, I Love You, dan Sircam.
  • Data Forgery. Memalsukan data pada dukomen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui internet, untuk kepentingan pelaku. à pada kasus e-commerce
  • Cyber espionage, sabotage and extortion. Cyber Espionage, Sabotage and Extortion . Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain dengan memasuki system jaringan computer pihak sasaran. Selanjutnya, sabotage and extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program computer atau system jaringan computer yang terhubung dengan internet.
  •  Cyberstalking . Dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan computer, misalnya menggunakan e-mail dan dilakukan berulang-ulang. Kejahatan tersebut menyerupai terror yang ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet.
  • Carding . Merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.
  • Hacking dan Cracking . Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang mempunyai minat besar untuk mempelajari system computer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Besarnya minat yang dimiliki seorang hacker dapat mendorongnya untuk memiliki kemampuan penguasaan system di atas rata-rata pengguna. Jadi, hacker memiliki konotasi yang netral. Aktivitas cracking di internet memiliki lingkungan yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran.
  •  Cybersquatting and Typosquatting . Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain yang mirip dengan nama domain orang lain.
  • Hijacking Merupakan kejahatan melakukan pembajakan hasil karya orang lain. Yang paling sering terjadi adalah Software Piracy (pembajakan perangkat lunak)
  • Cyber Terorism . Suatu tindakan cybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Cyber Crime

  1. Faktor Politik
  2. Faktor Ekonomi
  3. Faktor Sosial Budaya
  4. Ada beberapa aspek untuk Faktor Sosial Budaya: : Kemajuan Teknologi Informasi, Sumber Daya Manusia,  Komunitas Baru

Keahlian seorang IT dapat membawa dua segi

  1. Membangun
  2. Menghancurkan

Resume

Teknologi, Informasi dan Komunikasi bisa menjadi pilar-pilar pembangunan nasional yang bisa mengadaptasi di setiap permasalahan bangsa sebagai contoh menyerap tenaga kerja baru, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam mengaplikasikan ilmunya ataut menjalankan profesi IT bukan mudah dan bukan tidak sukar, yang terpenting adalah kita mampu menempatkan diri pada posisis yang benar. Profesi IT dianggap orang lain adalah profesi khusus karena keahlian yang ia miliki maka dari itu kita bisa menentukan tapi dengan ikatan yang jelas.
Profesi IT juga bisa dianggap sebagai 2 mata pisau, bagaimana yang tajam bisa menjadikan IT lebih berguna untuk kemaslahatan umat dan mata lainya bisa menjadikan IT ini menjadi bencana sosial, bencana ekonomi maupun krisis kebudayaan yang saat ini sering terjadi yaitu Pembuatan website porno, seorang hacker melakukan pengacakan rekening sebuah bank dan melakukan kebohongan dengan content-content tertentu, dan lain-lain.
Kita juga harus bisa menyikapi dengan keadaan teknologi, informasi dan komunikasi saat ini dengan arus besar data yang bisa kita dapat dengan hitungan per detik ataupun dengan kesederhanaan teknologi kita bisa melakukan pekerjaan kita menjadi praktis, tapi kita harus melakukan pembenahan terhadap teknologi sebagai inovasi untuk meringankan maupun memberantas resiko kejamnya teknologi itu sendiri. Dengan membangun semangat kemoralan dan sadar akan etika sebagai orang yang ahli di bidang IT . Tentu saja diharapkan etika profesi semakin dijunjung ketika jenjang pendidikan kita berlatar IT makin tinggi. Sedangkan keahlian dilapangan meningkat seiring banyaknya latihan dan pengalaman.
Pada kesempatan saat ini, bagaimana kita bisa menegakan etika profesi seorang teknokrat(sebutan bagi orang yang bekerja di bidang IT) dan bagaimana kita bisa menjadi seorang teknokrat yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kita harus bisa memberikan inovasi-inovasi pemikiran, gagasan produktif dan aksi nyata untuk perkembangan IT kedepan. Bukan tak mungkin IT akan menjadi hal yang sistematis dalam perkembanagan bangsa kedepan dalam memajukan kegidupan berbangsa maupun bernegara.

Bahasan Minggu Berikutnya 

 EP29


Leave a comment

August 2016
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Archives