Home » Endang Suryana » Pertemuan-6

Pertemuan-6

Bahasan minggu ini akan mengulas tentang faktor yang berperan dalam mengembangkan profesionalisme

Picture1

 Hal-hal apa saja yang dapat kita pelajari dari perkuliahan keenam ini?

  1. Kita dapat memahami bahwa kecerdasan manusia itu satu sama lainnya memiliki perbedaan.
  2. Kita sering menginterprestasikan mengenai tingkat kecerdasan itu selalu diukur dan dihubungkan dengan yang namanya IQ saja.
  3. Jenis kecerdasan yang berperan dalam menunjang keberhasilan hidup (sukses) seseorang ternyata bukan hanya IQ saja.
  4. Kita dapat memahami disamping IQ, ada kecerdasan lain yang sangat berperan dalam menunjang keberhasilan hidup seseorang (Kecerdasan apa itu?)
  5. Kecerdasan selain IQ, adalah EQ, SQ, CQ, AQ!!

Dan ternyata menurut penelitian (para ahli)  IQ hanya menyumbang 20% saja bagi keberhasilan hidup seseorang itu. Sisanya 80% adalah disumbang oleh

KECERDASAN……………?????????

Untuk menjawab semua ini. Silakan mahasiswa mengikuti bahan ajar berikut ini

Hingga kini masih banyak oramg yang memuja kecerdasan intelektual yang mengandalkan kemampuan berlogika semata.

Orang  merasa bangga dan berhasil mendidik anak, bila melihat anak-anaknya mempunyai nilai rapor yang bagus, menjadi juara kelas. Tentu saja hal ini tidak salah, tetapi tidak juga benar seratus persen.

Karena beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spirituallah yang lebih berpengaruh bagi kesuksesan seorang anak.

Selama ini, yang namanya “kecerdasan” senantiasa dikonotasikan dengan Kecerdasan Intelektual” atau yang lazim dikenal sebagai IQ saja (Intelligence Quotient). Namun pada saat ini, anggapan bahwa kecerdasan manusia hanya tertumpu pada dimensi intelektual saja sudah tidak berlaku lagi. Selain IQ, manusia juga masih memiliki dimensi kecerdasan lainnya

RUMPUN ATAU MACAM-MACAM KECERDASAN TERSEBUT ADALAH :

  • IQ (INTELLEGENCE QOUTIENT)
  • EQ (EMOTIONAL QOUTIENT)
  • SQ (SPIRITUAL QOUTIENT)
  • CQ (CREATIVITY QOUTIENT)
  • AQ (ADVERSITY QOUTIENT)

Memahami Kecerdasan

David Wechsler (1939) mendefinisikan kecerdasan sebagai kumpulan kapasitas seseorang untuk bereaksi searah dengan tujuan, berpikir rasional dan mengelola lingkungan secara efektif.

EP15

CIRI-CIRI PERILAKU INTELEGEN / CERDAS :

  • Masalah yang dihadapi merupakan masalah baru bagi yang bersangkutan.
  • Serasi tujuan dan ekonomis (efesien).
  • Masalah mengandung tingkat kesulitan.
  • Keterangan pemecahannya dapat diterima.
  • Sering menggunakan abstraksi.
  • Bercirikan kecepatan.
  • Memerlukan pemusatan perhatian.

EP16

Emotional Quotient (EQ) mempunyai peranan penting dalam meraih kesuksesan pribadi dan profesional. EQ dianggap sebagai persyaratan bagi kesuksesan pribadi.

  • Alasan utamanya adalah masyarakat percaya bahwa emosi-emosi sebagai masalah pribadi dan tidak memiliki tempat di luar inti batin seseorang juga batas-batas keluarga.
  • Penting bahwa kita perlu memahami apa yang diperlukan untuk membantu kita membangun kehidupan yang positif dan memuaskan, karena ini akan mendorong mencapai tujuan-tujuan PROFESIONAL  kita.

PENGERTIAN EQ

(Emotional Quotient) / kecerdasan emosi :

  • Kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik, dan berhubungan dengan orang lain (DANIEL GOLDMAN).
  • Kemampuan mengerti dan mengendalikan emosi (PETER SALOVELY & JOHN MAYER).
  • Kemampuan mengindra, memahami dan dengan efektif menerapkan kekuatan, ketajaman, emosi sebagai sumber energi, informasi, dan pengaruh (COOPER & SAWAF).
  • Bertanggung jawab atas harga diri, kesadaran diri, kepekaan sosial, dan adaptasi sosial (SEAGEL).

PERILAKU CERDAS EMOSI

  • Menghargai emosi negative orang lain.
  • Sabar menghadapi emosi negative orang lain
  • Sadar dan menghargai emosi diri sendiri.
  • Emosi negative untuk membina hubungan
  • Peka terhadap emosi orang lain.
  • Tidak bingung menghadapi emosi orang lain.
  • Tidak menganggap lucu emosi orang lain.
  • Tidak memaksa apa yang harus dirasakan.
  • Tidak harus membereskan emosi orang lain.
  • Saat emosional adalah saat mendengatkan

EQ TINGGI ADALAH :

  • – Berempati.
  • – Mengungkapkan dan memahami perasaan.
  • – Mengendalikan amarah.
  • – Kemandirian.
  • – Kemampuan menyesuaikan diri.
  • – Disukai.
  • – Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi.
  • – Ketekunan.
  • – Kesetiakawanan.
  • – Keramahan.
  • – Sikap hormat.

EP17

Kecerdasan spiritual atau spiritual intelligence atau spiritual quotient (SQ) ialah suatu intelegensi atau suatu kecerdasan dimana kita berusaha menyelesaikan masalah-masalah hidup ini berdasarkan nilai-nilai spiritual atau agama yang diyakini,

kita berusaha menempatkan tindakan-tindakan dan kehidupan kita ke dalam suatu konteks yang lebih luas dan lebih kaya, serta lebih bermakna.

Kecerdasan spiritual merupakan dasar yang perlu untuk mendorong berfungsinya secara lebih efektif, baik Intelligence Quotient (IQ) maupun Emotional Intelligence (EI). Jadi, kecerdasan spiritual berkaitan dengan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.

Sumber:Widodo Gunawan, tersedia dalam http://suaraagape.org/wawasan/Ei2.php.

Lima karakteristik orang yang cerdas secara spiritual menurut Roberts A. Emmons, The Psychology of Ultimate Concerns: (1) kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material;  (2) kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak; (3) kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari; (4) kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan masalah; dan kemampuan untuk berbuat baik. Karakteristik yang kelima: memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan.

The fifth and final component of spiritual intelligence refers to the capacity to engage in virtuous behavior: to show forgiveness, to express gratitude, to be humble, to display compassion and wisdom,”

BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN SQ?

(1) Jadilah kita suri tauladan yang baik, (2) bantulah klien (sesama)  untuk merumuskan “missi” hidupnya, (3) baca kitab suci bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan kita, (4) ceritakan kisah-kisah agung dari tokoh-tokoh spiritual, (5) diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif rohaniah, (6) libatkan klien dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan, (7) bacakan puisi-puisi, atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional, (8) ajak klien untuk menikmati keindahan alam, (9) bawa klien, keluarga atau anak ke tempat-tempat orang yang menderita, dan (10) ikut-sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial.

EP18

Manusia yang menjadi lebih kreatif akan menjadi lebih terbuka pikirannya terhadap imajinasinya, gagasannya sendiri maupun orang lain. Sekalipun beberapa pengamat yang memiliki rasa humor merasa bahwa kebutuhan manusia untuk menciptakan

berasal dari keinginan untuk “hidup di luar kemampuan mereka”, namun penelitian mengungkapkan bahwa manusia berkreasi adalah karena adanya kebutuhan dasar, seperti : keamanan, cinta dan penghargaan.

Kreativitas sering dianggap terdiri dari dua unsur

  1. Kepasihan yang ditunjukkan oleh kemampuan menghasilkan sejumlah besar gagasan dan ide-ide pemecahan masalah secara lancar dan cepat.
  2. Keluwesan yang pada umumnya mengacu pada kemampuan untuk menemukan gagasan atau ide yang berbeda-beda dan luar biasa untuk memecahkan suatumasalah.

Beberapa cara memunculkan gagasan kreatif yaitu :

  • Kuantitas gagasan. Teknik-teknik kreatif dalam berbagai tingkatan keseluruhannya bersandar pada pengembangan pertama sejumlah gagasan sebagai suatu cara untuk memperoleh gagasan yang baik dan kreatif. Akan tetapi, bila masalahnya besar dimana kita ingin mendapatkan pemecahan baru dan orisinil maka kita membutuhkan banyak gagasan untuk dipilih.
  • Teknik brainstorming. Merupakan cara yang terbanyak digunakan, tetapi juga merupakan teknik pemecahan kreatif yang tidak banyak dipahami. Teknik ini cenderung menghasilkan gagasan baru yang orisinil untuk menambah jumlah gagasan konvensional yang ada.
  • Sinektik. Suatu metode atau proses yang menggunakan metafora dan analogi untuk menghasilkan gagasan kreatif atau wawasan segar ke dalam permasalahan, maka proses sinektik mencoba membuat yang asing menjadi akrab dan juga sebaliknya.
  • Memfokuskan tujuan. Membuat seolah-olah apa yang diinginkan akan terjadi besok, telah terjadi saat ini dengan melakukan visualisasi yang kuat. Apabila proses itu dilakukan secara berulang-ulang, maka pikiran anda akan terpusat ke arah tujuan yang dimaksud dan terjadilah proses auto sugesti ke dalam diri maupun keluar.

Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, psikiater, mengemukakan bahwa SDM dengan CQ yang tinggi mampu merubah bentuk. Dari suatu ancaman (THREAT) menjadi tantangan (CHALLENGE) dan dari tantangan menjadi peluang (OPPORTUNITY). Daya kreativitas tipe ini dapat membangkitkan semangat, percaya diri (SELF CONFIDENCE) dan optimisme masyarakat dan bangsa untuk menghadapi masa depan yang lebih baik, daya kreativitasnya bersifat rasional, tidak sekedar angan-angan belaka (WISHFUL THINKING), dan dapat di aplikasikan serta diimplementasikan.

EP19

Apakah adversity quotient (AQ) itu ?

Menurut Stoltz, AQ adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. “AQ merupakan faktor yang dapat menentukan bagaimana, jadi atau tidaknya, serta sejauh mana sikap, kemampuan dan kinerja Anda terwujud di dunia,” Orang yang memiliki AQ tinggi akan lebih mampu mewujudkan cita-citanya dibandingkan orang yang AQ-nya lebih rendah.

Rentang AQ meliputi tiga (3) golongan :

  1. AQ rendah (0-50)
  2. AQ sedang (95-134)
  3. AQ tinggi (166-200

Kecerdasan Intelegensia, Kecerdasan Adversity akan membentuk kompetensi seseorang

Sedangkan kecerdasan lainnya seperti :
EP21

 OK, kita lanjut minggu depan

EP22

Pertemuan6


Leave a comment

August 2016
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Archives