Home » Endang Suryana » Pertemuan-3

Pertemuan-3

Minggu ini kita akan mengulas mengenai Kode Etik Profesi

Kita akan mengulas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan :

  1. Kode Etik Profesi
  2. Prinsip dasar Kode Etik Profesi
  3. Orientasi Kode Etik
  4. Tujuan (dibuatnya) Kode Etik Profesi

Ethica is in which can act as the performance index or reference for our control system

Etika di mana dapat bertindak sebagai indeks kinerja atau referensi untuk sistem kendali kita

  • etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik
  • sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya

EP24

Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi.

Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi.

Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang profesional

Kode etik adalah sistem norma, nilai, atau aturan profesional tertulis secara tegas menyatakan apa benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik menjadi profesional yang menjadi anggota dari sebuah organisasi profesi. Tujuan kode etik adalah pelaku profesi tersebut dapat menjalankan tugas dan kewajiban serta memberikan pelanyanan sebaik-baiknya kepada pemakai jasa tersebut.

Prinsip dasar kode etik profesi:

    • Prinsip standar teknis. Setiap anggota profesi harus melaksanakan jasa profesional yang relevan dengan bidang profesinya
    • Prinsip kompetensi. Setiap anggota profesi harus melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan
    • Prinsip tanggung jawab profesi. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukan
    • Prinsip kepentingan publik. Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak memberikan  jasa profesionalnya dalamkerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme
    • Prinsip integritas. Pelaku profesi menunjung nilai tanggung jawab profesional dengan integritas setinggi mungkin untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik yang menggunakan jasa profesionalnya
    • Prinsip objektivitas. Setiap anggota harus menjaga objektivitas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya
    • Prinsip kerahasiaan. Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya
    • Prinsip perilaku profesional. Setiap anggota harus perilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi yang diembankannya

Kode etik profesi dapat menjadi penyeimbang segi-segi negatif dari suatu profesi, sehingga kode etik ibarat kompas yang menunjukkan arah moral bagi suatu profesi dan sekaligus juga menjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat.

  • Kode Etik adalah sistem norma,  nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi seorang profesional.
  • Kode etik adalah norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.

Sifat Kode Etik Profesional

  • Singkat
  • Sederhana
  • Jelas dan konsisten
  • Masuk akal
  • Dapat diterima
  • Praktis dan dapat dilaksanakan
  • Komprehensif dan lengkap
  • Positip dalam formulasinya

TUJUAN KODE ETIK PROFESI

  1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
  2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
  3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
  4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
  5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
  6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
  8. Menentukan baku standarnya sendiri.

FUNGSI KODE ETIK PROFESI

  1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
  2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
  3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

Pada umumnya kode etik akan sanksi-sanksi yang dikenakan pada pelanggar kode etik.

  • Sanksi moral
  • Sanksi dikeluarkan dari organisasi

PROFESIONALIME

Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kwalitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu “profesi”.

Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber penghidupan.

CIRI – CIRI PROFESIONALISME

  1. Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita dituntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
  2. Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapatdiperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
  3. Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
  4. Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.
  5. Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.

XE5

PROFESIONALISME dan KEPEMIMPINAN

XE3

PROFESIONALISME dan KOMPETENSI

Kompetensi

adalah karakteristik pokok seseorang yang berhubungan dengan unjuk kerja yang efektif atau superior pada jabatan tertentu

XE4

Sampai disini, kta akan bertemu kembali di Pertemuan 4 dengan bahasan

STANDAR KOMPETENSI

SERTIFIKASI PROFESI


Leave a comment

August 2016
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Archives